Return dan Resiko
Portofolio
A.
Pengertian dan Tujuan Pada Portfolio
Aset - Aset
Problem utama yang dihadapi setiap investor adalah menentukan sekuritas
beresiko mana yang harus dibeli. Karena satu portfolio merupakan kumpulan
sekuriatas, masalah ini bagi investor sama dengan memilih portfolio yang
optimal dari suatu portfolio yang ada.
Untuk mengantisipasi hal tersebut di atas, maka dilakukan upaya
meminimalisasi kerugian dengan portfolio investasi. Investor yang dilakukan
biasanya bukan pada satu instrumen pasar modal, tetapidikombinasi dengan
instrumen pasar modal lain. Atau dapat dikatakan, portfolio adalah
sekumpulan investasiatau gabungan dari 2 atau lebih surat berharga. Tujuan utama
dari kombinasi ini adalah rencana investasi yang paling aman dengan
keuntungan yang maksimal dan resiko yang minimal.
Langkah-langkah yang disarankan oleh John Dickinson (1974:6) dalam
melakukan portfolio, yaitu:
1)
Placement
analysis
Dalam langkah ini, investor melakukan pengumpulan
data, baik kuantitatif maupun kualitatif dari berbagai alat investasi yang akan
dijadikan portfolio;
2)
Portofolio contruction
Pada langkah ini, investor mulai melakukan berbagai
alat investasi yang dapat memenuhi tujuan investasinya
3)
Portofolio selection
B.
Menghitung Return dan Resiko Portfolio
Formula untuk menghitung ekspektasi return suatu portfolio, E(Rp) adalah
sebagai berikut:RUMUS
N
E(Rp) = Σ E(Ri) Xi
i=1
Keterangan:
E(Rp) =
tingkat keuntungan / ekspektasi return dari suatu porfolio
E(Ri) =
ekspektasi return dari sekuritas
Ri = satu
outcome dari sekuritas
Xi =
proporsi asset / dana yang diinvestasikan pada saham i
Formula
untuk menghitung satndar deviasi sebuah portfolio,σp adalah sbb :
N N N
σp2= Σ Xi
σi2+ Σ Σ Xi Xjσij
i=1 i=1
i=1
N N N
Σp2=
√ Σ Xi2σi2+ Σ Σ Xi Xjσij
i=1 i=1 i=1
Keterangan :
σp2 = varian
portfolio
σi =
kovarian saham i ( i = 1,2,… ; i ≠ j )
σij =
kovarian antara i dan jXi = proporsi dana ke sekuritas i
Xj =
proporsi dana ke sekuritas j
C.Portfolio
Dua Asset
Portfolio dua asset adalah portfolio yang dibentuk hanya terdiri dari dua
asset atau sekuritas.Pembentukan ini dapat dilakukan pada berbagai keadaan,
yaitu dimulai dari tidak adanya investasi yangbebas resiko dan tidak diperkenankannya
short sales (menjual saham yang tidak dimiliki).
Kalau kita
hanya memiliki 2 sekuritas A dan B, maka tingkat keuntungan yang diharapkan
dari portfolioadalah :
E(RP) = WA
.RA + WB .RB
E(RP) = XA
.(RA) + XB .(RB)
WA + WB = 1
Keterangan :
E(RP) :
tingkat keuntungan / ekspektasi return dari suatu portfolio
E(RA) :
ekspektasi return dari sekuritas A
RA : satu
outcome dari sekuritas A
XA :
proporsi asset/dana yang diinvestasikan pada sahamA
E(RB) :
ekspektasi return dari sekuritas B
RB : suatu
outcome dari sekuritas B
XB :
proporsi asset/dana yang diinvestasikan pada saham B
Jika Short
sales diperkenankan, maka:
XA + XB = 1
------ XB = 1-XA ……….persamaan 1
Dimana : XA
≥ 0, XB ≥ 0
Dengan
demikian ekspansi return dari portfolio yang terdiri dari 2 saham/sekuritas
menjadi :
E(RP) = XA
.E(RA) + XB .E(RB)
E(RP) = XA
.E(RA) + (1-RA) .E(RB)
Deviasi
standar portfolio yang terdiri dari 2 jenis sekuritas adalah :
σP2=
XA2.σA2+ XB2.σB2 + 2XAXB .σA
σP = √ XA2.σA2+
XB2.σB2+ 2XAXB .σAB
Dimana : σP = varian portfolio
σA = kovarian saham A
σB =kovarian saham B
σAB = kovarian antara A dan B
XA = proporsi dana ke sekuritasA
XB = proporsi dana ke sekuritas B
Kemudian
masukan persamaan 1 :
σP = √ XA2σA+
XB2 σB + 2XAXB σAB
σP = √ XA2σA
+ (1-XA2) σB2+ 2XA(1.XA) σAB
dan, karena
σAB =KAB σA σB, maka :
σP = √ XA2σA2+
(1-XA2) σB2+ 2XA(1.XA)KAB σAσB
Koefisien
korelasi berada antara +1 (maksimum) dan -1 (minimum). Koefisien korelasi
+1menunjukan bahwa tingkat keuntungan antara 2 sekuritas tersebut selalu
bergerak dari arah yang sempurnasama (artinya kalau yang satu naik 10% maka
yang lain juga naik 10%). Sedangkan korelasi sebesar -1menunjukan bahwa
pergerakan tengkat keuntungan menuju kearah berlawanan yang sempurna (artinya
jikayang satu naik 10% maka yang lain akan turun sebesar 10%).
C.
Portfolio Banyak Asset
Portfolio
banyak asset adalah portfolio yang terdiri lebih dari dua sekuritas atau banyak
sekuritas.
RUMUS :
E(RP) = Σ
E(Ri)Xi Atau,
E(RP) = WA.RA + WB.RB +…+Wn.Rn
( Dimana : WA+WB+…+Wn = 1)
Keterangan
:
E(Rp) =
tingkat keuntungan / ekspektasi return dari suatu portfolio
E(Ri) =
ekspektasi return dari sekuritas i
Ri = satu
outcome dari sekuritas i
Xi =
proporsi dana / asset yang diinvestasikan pada saham i
D.Portfolio
Banyak Asset
Portfolio banyak asset adalah portfolio yang terdiri lebih dari dua
sekuritas atau banyak sekuritas.
RUMUS :
E(RP) = Σ E(Ri)Xi Atau,
E(RP) = WA.RA + WB.RB +…+Wn.Rn
( Dimana : WA+WB+…+Wn = 1)
Keterangan
:
E(Rp) =
tingkat keuntungan / ekspektasi return dari suatu portfolio
E(Ri) =
ekspektasi return dari sekuritas i
Ri = satu
outcome dari sekuritas i
Xi =
proporsi dana / asset yang diinvestasikan pada saham i
Formula
untuk menghitung standar deviasi sebuah portfolio adalah sbb :Rumus :
N N
N
σp2= Σ Xi σi + 2 Σ Σ Xi Xj ρij σi σj
i=1
i=1 j=1
karena
:COVij = ρij σi σj
N N
N
σP2= Σ Xi2σi2+
2 Σ Σ Xi Xj COVij
i=1 i=1
j=1
atau,
N N
N
σP = √ Σ Xi2σi2 + 2 Σ Σ Xi Xj COVij
i=1
i=1 j=1
dimana :
σP2= varian portfolio
σi = kovarian
saham i (i = 1,2,….;i≠j)
σij =
kovarian antara i dan j
Xi =
proporsi dana ke sekuritas i
Xj =
proporsi dana ke sekuritas j
E. Menentukan Portfolio Efisien dan
Optimal
Untuk dapat menarik investor sehingga tetap mau melakukan investasi, diperlukan
investasi strategiyang tepat. Strategi ini yang kemudian disebut dengan
portfolio yang efisien. Ada 2 cara untuk dapat mencapai portfolio yang
efisien. Markowitz (1952) mengilustrasikan bagaimana membentuk portfolio
yangefisien, yaitu: (1) menawarkan return yang diharapkan maksimum untuk
berbagai tingkat risiko; dan(2) menawarkan risiko yang minimum untuk berbagai
tingkat return yang diharapkan. Portfolio yangoptimum terjadi ketika portfolio
ini bertemu dengan titik, yang pada titik ini kurva indifferens bersinggungan dengan
efficient set.
RESIKO & TINGKAT PENGEMBLIAN
Ada dua aspek yang perlu
dipertimbangkan oleh manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan keuangan,
yaitu:
1. tingkat pengembalian
(return) dan
Tingkat
pengembalian adalah imbalan yang diharapkan diperoleh di masa mendatang,
sedangkan risiko diartikan sebagai ketidakpastian dari imbalan yang diharapkan.
2. risiko (risk) keputusan
keuangan tersebut.
Risiko
adalah kemungkinan terjadinya penyimpangan dari rata-rata dari tingkat
pengembalian yang diharapkan yang dapat diukur dari standar deviasi dengan
menggunakan statistika.
Suatu keputusan keuangan
yang lebih berisiko tentu diharapkan memberikan imbalan yang lebih besar, yang
dalam keuangan dikenal dengan istilah “High Risk High Return”.
Ada trade off antara risk
dan return, sehingga dalam pemilihan berbagai alternatif keputusan keuangan
yang mempunyai risiko dan tingkat pengembalian yang berbeda-beda, pengambilan
keputusan keuangan perlu memperhtungkan risiko relatif keputusannya.
Untuk mengukur risiko
relatif digunakan koefisien variasi, yang menggambarkan risiko per unit imbalan
yang diharapkan yang ditunjukkan oleh besarnya standar deviasi dibagi tingkat
pengenbalian yang diharapkan.
Risiko bisnis berkaitan
dengan ketidakpastian tingkat pengembalian atas aktiva suatu perusahaan di masa
mendatang, yang mengacu pada variabilitas keuntungan yang diharapkan sebelum
bunga dan pajak (EBIT). Risiko bisnis merupakan akibat langsung dari keputusan
investasi perusahaan, yang tercermin dalam struktur aktivanya. Yang dimaksud
dengan risiko bisnis dalam hal ini adalah tingkat risiko aktiva perusahaan jika
perusahaan tidak menggunakan hutang.
Risiko bisnis dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain
1.
Variabilitas
permintaan terhadap produk perusahaan. Semakin stabil penjualan produk
perusahaan, dengan asumsi hal-hal lain tetap (ceteris paribus), semakin kecil
risiko bisnis.
2. Variabilitas harga jual. Semakin mudah harga jual
berubah, semakin besar juga risiko bisnis yang dihadapi.
3. Variabilitas biaya input. Semakin tidak menentu biaya
input, semakin besar risiko bisnis yang dihadapi.
4. Kemampuan menyesuaikan harga jual bila ada perubahan
biaya input. Semakin besar kemampuan perusahaan menyesuaikan harga jual dengan
perubahan biaya, semakin kecil risiko bisnis.
5. Tingkat penggunaan biaya tetap (leverage operasi).
Semakin tinggi tingkat penggunaan biaya tetap, semakin besar risiko bisinis.
6. Risiko keuangan terjadi karena adanya penggunaan
hutang dalam struktur keuangan perusahaan, yang mengakibatkan perusahaan harus
menanggung beban tetap secara periodik berupa beban bunga. Hal ini akan
mengurangi kepastian besarnya imbalan bagi pemegang saham, karena perusahaan
harus membayar bunga sebelum memutuskan pembagian laba bagi pemegang saham. Dengan
demikian, risiko keuangan menyebabkan variabilitas laba bersih (net income)
lebih besar.
7. Jika manajemen perusahaan dapat memanfaatkan dana yang
berasal dari hutang untuk memperoleh laba operasi yang lebih besar dari beban
bunga, maka penggunaan hutang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dan
akan meningkatkan return bagi pemegang saham. Sebaliknya, jika manajemen tidak
dapat memanfaatkan dana secara baik, perusahaan mengalami kerugian.
8. Pengukuran manfaat penggunaan hutang atau leverage
keuangan dapat dilakukan dengan memperbandingkan tingkat pengembalian aktiva
atau rentabilitas ekonomi (basic earning power) dengan tingkat bunga hutang.
Jika rentabilitas ekonomis lebih besar dari biaya hutang, maka leverage itu
menguntungkan; dan tingkat pengembalian atas modal sendiri (rentabilitas modal
sendiri atau ROE) juga akan meningkat.
HUBUNGAN
ANTARA RESIKO & TINGKAT PENGEMBALIAN
Di dalam pasar uang di mana
saham dan obligasi di jual, para pemakai uang, seperti perusahaan yang
melakukan investasi harus bersaing satu sama lain dalam mencari modal. Untuk
memperoleh pembiayaan atas proyek yang akan bermanfaat bagi pemegang saham
perusahaan, perusahaan harus menawarkan kepada investor, tingkat pengembalian
yang mampu bersaing dengan alternatif investasi lain yang tersedia bagi
investor tersebut. Tingkat pengembalian dari alternatif investasi terbaik
berikutnya ini dikenal sbg biaya kesempatan dana (opportunity cost of fund).
Dalam menjalankan sebuah
bisnis, perusahaan kecil lebih berisiko dalam tingkat pengembalian dari pada
perusahaan besar. Mengapa? Karena pengalaman bisnis perusahaan kecil mengandung
resiko operasi yang lebih besar , mereka lebih sensitif terhadap kecenderungan
bisnis yang menurun dan beberapa beroperasi dalam pasar yang kecil yang dengan cepat
muncul dan kemudian dengan cepat lenyap. Selain itu perusahaan kecil
mengandalkan pembiayaan melalui utang dibandingkan perusahaan yang besar.
Perbedaan ini menciptakan variabilitas yang lebih pada jumlah laba dan arus
kas, yang diartikan sebagai risiko yang lebih besar.
Dengan memikirkan forgoing
(kehilangan peluang yang lebih baik), kita harus mengharapkan adanya tingkat
pengembalian yang berbeda untuk pemilik dari berbagai surat-surat berharga
tersebut. Jika pasar menghargai investor atas resiko yang ditanggungnya, maka
tingkat pengembalian harus meningkat mengikuti peningkatan resiko.
PENGARUH INFLASI PADA TINGKAT PENGEMBALIAN & EFEK FISHER
Real Rate of interest (k*) à
Tingkat suku bunga nominal dikurangi dengan tingkat inflasi yang diharapkan
selama jatuh tempo surat berharga berpenghasilan tetap. Hal ini memperlihatkan
pertambahan yang diperkirakan atas daya beli investor.
Tingkat suku bunga nominal =
k* + IRP +(k* x IRP)
Keterangan:
k* = Tingkat suku bunga riil
IRP = tingkat inflasi
Untuk sekuritas
Treasury(Negara), apakah the required rate of return
Required rate of return =
Risk-free rate of return
Karena sekuritas negara
secara esensial bebas dari risiko default (tidak memenuhi kewajiban), tingkat
pengembalian sekuritas negara diterima sebagai “risk-free” rate of return
(tingkat pengembalian bebas risiko)
TINGKAT PENGEMBALIAN YANG DIHARAPKAN ATAS INVESTASI
Secara Berdiri Sendiri atau
Portofolio
Risiko arus kas aktiva dapat dipertimbangkan atas
dasar berdiri sendiri (stand-alone basis) oleh setiap aktiva itu sendiri atau
dalam konteks portofolio di mana investasi digabungkan dengan aktiva lain dan
risikonya dikurangi melalui diversifikasi
Kebanyakan investor yang rasional memiliki portofolio
aktiva, dan mereka lebih memperhatikan risiko portofolionya daripada risiko
aktiva individual
Pengembalian yang diharapkan atas investasi adalah
nilai rata-rata dari distribusi probabilitas pengembalian
Semakin besar probabilitas bahwa pengembalian aktual
akan jauh di bawah pengembalian yang diharapkan, semakin besar risiko yang
berdiri sendiri (stand-alone) yang berkaitan dengan aktiva
Tingkat pengembalian yang
diharapkan atas saham umumnya sama dengan pengembalian yang diperlukan
Namun, sesuatu dapat terjadi
yang menyebabkan tingkat pengembalian yang diperlukan berubah:
Suku bunga bebas risiko
dapat berubah karena perubahan inflasi yang diantisipasi
Beta saham dapat berubah
Penolakan investor terhadap
risiko dapat beruba
Dengan semakin berkembangnya
dunia usaha dan investasi, maka didirikanlah oleh Pemerintah
Investasi dapat diartikan
sebagai komitmen untuk menanamkan sejumlah dana pada saat ini dengan tujuan
memperoleh keuntungan di masa datang. Dengan kata lain, investasi merupakan
komitmen untuk mengorbankan konsumsi sekarang dengan tujuan memperbesar
konsumsi di masa datang. Pengertian lain investasi adalah suatu bentuk
penanaman dana atau modal untuk menghasilkan kekayaan, yang akan dapat memberikan
keuntungan tingkat pengembalian (return) baik pada masa sekarang atau dan di
masa depan.
Sharpe et all (1993),
merumuskan investasi dengan pengertian berikut: “Mengorbankan aset yang
dimiliki sekarang guna menda¬patkan aset pada masa mendatang yang tentu saja
dengan jumlah yang lebih besar.”
Sedangkan Jones (2004)
mendefinisikan investasi sebagai: “Komitmen menanamkan sejumlah dana pada satu
atau lebih aset selama beberapa periode pada masa mendatang.”
Investasi dapat berkaitan
dengan penanaman sejumlah dana pada aset riil (real assets) seperti: tanah,
emas, rumah, barang-barang seni, real estate dan aset riil lainnya atau pada
aset finansial (financial assets), berupa surat-surat berharga yang pada
dasarnya merupakan klaim atas aktiva riil yang dikuasai oleh entitas seperti:
deposito, saham, obligasi, dan surat berharga lainnya.
Harapan keuntungan di masa
datang merupakan kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan investasi
yang dilakukan. Dalam konteks investasi, harapan keuntungan tersebut sering
disebut sebagai return.
Eduardus Tandelilin
(2001:47) mengemukakan bahwa: “Return merupakan salah satu faktor yang
memotivasi investor berinteraksi dan juga merupakan imbalan atas keberanian
investor dalam menanggung risiko atas investasi yang dilakukannya.” Singkatnya
return adalah keuntungan yang diperoleh investor dari dana yang ditanamkan pada
suatu investasi.
Sumber-sumber return
investasi terdiri dari dua komponen utama, yaitu yield dan capital gain (loss).
Yield merupakan komponen return yang mencerminkan aliran kas atau pendapatan
yang diperoleh secara periodik dari suatu investasi. Jika berinvestasi pada
sebuah obligasi atau mendepositokan uang di bank, maka besarnya yield
ditunjukkan dari bunga obligasi atau bunga deposito yang diterima. Jika kita
berinvestasi dalam saham, yield ditunjukkan oleh besarnya dividen yang kita
peroleh. Sedangkan, capital gain (loss) sebagai komponen kedua dari return
merupakan kenaikan (penurunan) harga suatu surat berharga (saham atau
obligasi), yang bisa memberikan keuntungan (kerugian) bagi investor.
Pada dasarnya tujuan
investor dalam berinvestasi adalah memaksimalkan return. Return dapat berupa
return realisasi ataupun return ekspektasi.
Return realisasi (realized
return) merupakan return yang telah terjadi yang dihitung berdasarkan data
historis. Return realisasi penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur
kinerja dari perusahaan serta sebagai dasar penentuan return ekspektasi
(expected return) untuk mengukur risiko di masa yang akan datang.
Return ekspektasi (expected
return) adalah return yang diharapkan akan diperoleh investor di masa yang akan
datang. Berbeda dengan return realisasi yang sifatnya sudah terjadi, return
ekspektasi ini sifatnya belum terjadi.
Suad Husnan (2005)
menyebutkan bahwa tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) adalah
laba yang akan diterima oleh pemodal atas investasinya pada perusahaan emiten
dalam waktu yang akan datang dan tingkat keuntungan ini sangat dipengaruhi oleh
prospek perusahaan di masa yang akan datang. Seorang investor akan mengharapkan
return tertentu di masa yang akan datang tetapi jika investasi yang
dilakukannya telah selesai maka investor akan mendapat return realisasi
(realized return) yang telah dilakukan.
Di samping memperhitungkan
return, investor juga perlu mempertimbangkan tingkat risiko suatu investasi
sebagai dasar pembuatan keputusan investasi. Definisi risiko menurut Reilly and
Brown (2003:10) adalah:“Risk is the uncertainly that an investment will earn
its expecied rate of return.” Sedangkan definisi risiko menurut Elton and
Gruber (2003:44) adalah: “The existence of risk means that the investor can no
longer associate a single number of pay-off with investment in any assets.”
v Beberapa pengertian risiko yang berkembang berdasarkan
definisi-definisi di atas dan dari literatur lainnya, bahwa risiko dapat pula
diartikan:
a. Bahaya (menurut kamus Webster)
b. Kemungkinan terjadinya peristiwa yang tidak
menguntungkan
c. Probabilitas tidak tercapainya tingkat keuntungan yang
diharapkan (expected return)
d. Kemungkinan return yang diterima (realized return)
menyimpang dari return yang diharapkan (expected return) atau dengan kata lain
kemungkinan perbedaan antara return aktual yang diterima dengan return yang
diharapkan.
Ada beberapa sumber risiko yang bisa mempengaruhi besarnya risiko
investasi antara lain: risiko
suku bunga (yaitu variabilitas dalam return sekuritas dari perubahan tingkat
suku bunga. Interest rate risk mempengaruhi obligasi secara langsung
dibandingkan common stock), risiko pasar (variabilitas return dari hasil
fluktuasi dalam keseluruhan pasar, yaitu pasar saham agregat), risiko inflasi
(Faktor yang mempengaruhi semua sekuritas adalah risiko daya beli atau
berkurangnya kemampuan membeli investasi), risiko bisnis (risiko yang ada
ketika melakukan suatu usaha/bisnis dalam industri khusus), risiko finansial
(Risiko ini berhubungan dengan penggunaan hutang oleh perusahaan. Besarnya
proporsi asset oleh pembiayaan hutang dan besarnya variabilitas return adalah
sama), risiko likuiditas (Risiko likuiditas ini berhubungan dengan pasar
sekunder dalam perdagangan sekuritas.
Suatu investasi yang dapat
dibeli atau dijual secara cepat dan tanpa harga yang signifikan biasanya
bersifat likuid, semakin tidak menentunya elemen waktu dan konsesi
(kelonggaran) harga, semakin besar liquidity risk-nya), risiko nilai tukar
(variabilitas return yang disebabkan oleh fluktuasi mata uang), dan risiko
negara (disebut juga politycal risk, yaitu risiko yang penting untuk para
investor pada zaman sekarang ini. Dengan banyaknya investor yang berinvestasi
secara internasional, baik secara langsung ataupun tidak langsung, stabilitas
dan kelangsungan hidup ekonomi suatu negara perlu dipertimbangkan) serta masih
banyak lagi sumber risiko.
l Untuk menurunkan risiko, investor perlu melakukan
diversifikasi. Diversifikasi menunjukkan bahwa investor perlu membentuk
portofolio penanaman dana sedemikian rupa hingga risiko dapat diminimalkan
tanpa mengurangi return yang diharapkan. Mengurangi risiko tanpa mengurangi
return adalah tujuan investor dalam berinvestasi.
TEORI PORTOFOLIO
Teori Portofolio (portfolio)
lahir dari seseorang yang bernama Henry Markowitz. Dasar pemikiran dibentuknya
portofolio seperti yang dikatakan Markowitz yaitu: “do not put all eggs in one
basket” (janganlah menaruh semua telur ke dalam satu keranjang), karena jika
keranjang tersebut jatuh, maka semua telur yang ada dalam keranjang tersebut
akan pecah. Begitu pula dengan investasi yang dilakukan, jangan menanamkan
seluruh dana dalam satu bentuk investasi, karena ketika investasi tersebut
gagal, maka seluruh dana yang tertanam kemungkinan tidak akan kembali. Teori
portofolio yang diperkenalkan oleh Markowitz (yang di kalangan ahli manajemen
keuangan disebut sebagai the father of modern portfolio theory) ini telah
mengajarkan konsep diversifikasi portofolio secara kuantitatif.
Portofolio diartikan sebagai
serangkaian investasi sekuritas yang diinvestasikan dan dipegang oleh investor,
baik individu maupun entitas. Kombinasi aktiva/asset tersebut bisa berupa
aktiva riil, aktiva finansial ataupun keduanya. Biasanya seorang investor dalam melakukan investasi
tidak hanya memilih satu saham saja, tetapi melakukan kombinasi. Alasannya
dengan melakukan kombinasi saham, investor bisa meraih return yang optimal dan
sekaligus bisa memperkecil risiko melalui diversifikasi.Dengan kata lain, jika
seorang investor mengumpulkan beberapa sekuritas yang akan digunakan untuk
investasi, artinya investor telah membentuk suatu portofolio saham, tujuannya
adalah untuk melakukan diversifikasi dalam investasi, yang dapat memperkecil
risiko yang dihadapi investor bila dibandingkan dengan melakukan investasi pada
saham individu. Meskipun demikian memilih portofolio yang optimal bukanlah hal
yang mudah.
l Diversifikasi dilakukan untuk mengurangi risiko
portofolio, yaitu dengan cara mengkombinasi atau dengan menambah investasi
(asset/aktiva/sekuritas) yang memiliki korelasi negatif atau positif rendah
sehingga variabilitas dari pengembalian atau risiko dapat dikurangi.
l Korelasi merupakan alat ukur statistik mengenai
hubungan dari serial data yang menunjukkan pergerakan bersamaan relatif
(relative comovements) antara serial data tersebut. Jika serial data bergerak
dengan arah yang sama disebut dengan korelasi positif, sebaliknya jika bergerak
dengan arah berlawanan disebut korelasi negatif.
l Sedangkan koefisien korelasi merupakan ukuran dari
tingkat korelasi, yaitu:
1. Korelasi positif sempurna (koefisien korelasi +1)
2. Tidak ada korelasi (koefisien korelasi 0)
3. Korelasi negatif sempurna (koefisien korelasi -1)
l Investasi / aktiva yang tidak berkorelasi artinya
tidak ada interaksi di antara pengembaliannya (returnnya). Mengkombinasikan
aktiva yang tidak berkorelasi dapat mengurangi risiko meskipun tidak seefektif
seperti aktiva yang memiliki korelasi negatif. Kombinasi aktiva yang tidak
berkorelasi dapat mengurangi risiko daripada mengkombinasikan aktiva yang
berkorelasi positif.
Kaitan antara korelasi dengan manfaat pengurangan risiko dapat
digambarkan di bawah ini:
1. Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi positif
sempurna (+1,0) tidak akan memberikan manfaat pengurangan risiko.
2. Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi nol, akan
mengurangi risiko portofolio secara signifikan.
3. Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi negatif
sempurna (-1,0) akan menghilangkan risiko kedua sekuritas tersebut.
Dalam dunia nyata, ketiga jenis korelasi ekstrem
tersebut (+1,0; 0,0; dan –1,0) sangat jarang terjadi. Oleh karena itu, investor
tidak akan bisa menghilangkan sama sekali risiko portofolio. Hal yang bisa dilakukan
adalah ‘mengurangi’ risiko portofolio.
Investor melakukan
diversifikasi investasi dalam berbagai portofolio dikarenakan hasil yang
diharapkan dari setiap sekuritas dapat saling menutup.
Capital Asset Pricing Model [CAPM]
CAPM adalah model yahg menghubungkan tingkat return yang diharapkan dari suatu aset berisiko dengan risiko dari aset tersebut pada kondisi pasar yang seimbang
CAPM didasari teori portofolio yg dikemukakan
Markowitz, dan dikembangkan oleh Sharpe, Lintner dan Mossin pd th 1960-an
Menurut Markowitz, masing2
investor diasumsikan akan mendiversifikasikan portofolionya dan meilih
portofolio yg optimal atas dasar preferensi investor thd return dan risiko, pd
ttk2 disepanjang garis portofolio efisien.
Asumsi
lain yg ditambahkan:
- Semua investor mempunyai distribusi probabilitas tingkat return di
masa depan yg sama.
- Periode waktu yg digunakan adl sama.
- Semua investor dpt meminjam atau meminjamkan uang pd tgkat return
bebas risiko.
- Tdk ada biaya transaksi, pajak, dan inflasi.
- Investor adl price taker
- Pasar dlm keadaan seimbang.
Asumsi-
asumsi tersebut tidak akan eksis di dunia nyata. Jika semua asumsi tersebut dipenuhi maka akan terbentuk pasar yang seimbang. Dalam kondisi pasar yang seimbang, investor tidak akan dapat memperoleh return abnormal (return ekstra) dari tingkat harga yang terbentuk. Kondisi tersebut akan mendorong semua investor semua
investor untuk memilih portofolio pasar, yang terdiri dari semua aset berisiko
yang ada. Dengan demikian, portofolio tersebut sudah terdiversifikasi dengan baik sehingga risiko
prtofolio pasar hanya akan terdiri dari risiko sistematis saja. Portofolio
pasar tersebut akan berada pada garis efficient frontier dan sekaligus
merupakan portofolio yang optimal.
Efficient Frontier Curve


CAPITAL
MARKET LINE
Garis yg menunjukkan semua
kemungkinan kombinasi portofolio efisien yg terdiri dr aset berisiko dan aset
bebas risiko. Menggambarkan hubungan antara return ekspetasi dg
risiko total dr portofolio efisien pd pasar yg seimbang.
Garis Pasar Modal (Capital Market Line)
![]() |
|||
Kemiringan (Slope) CML =
Persamaan CML :
Diketahui:
Slope dr CML adl 1,6; risiko portofolio adl 5%, maka
tambahan return ekspetasi portofolio relatif thd return aktiva bebas risiko adl
(1,6) * 5% = 8%. Jika Rf sebesar 12%, maka return ekspetasi portofolio pasar yg
diminta adl sebesar 12% + 8% = 20%
Slope dr CML adl 0,16, Rf = 12%. Portofolio efisien
lainnya mempunyai risiko seebsar 10%. Besarnya return ekspetasi utk portofolio
ini adl sebesar:
E(Rp) = Rf + 0,16 *SDp = 12% + 0,16*10% = 13,6%
SECURITY
MARKET LINE
Garis yg menunjukkan tingkat
return yg diharapkan dr sebuah sekuritas dg risiko sistematis (beta)
Bila dlm portofolio,
tambahan return ekspetasi terjadi karena tambahan risiko dr portofolio yg
bersangkutan, maka utk sekuritas individual , tambahan return ekspetasi terjadi
karena tambahan risiko sekuritas individual yg dikur dg beta.
Beta menentukan besarnya
tambahan return ekspetasi dg alasan portofolio yg sdh di-diversifikasi dianggap
tdk memiliki risiko tdk sistematis, sehingga yg relevan diperhitungkan adl
risiko sistematis yg diukur dg beta tersebut.
Garis Pasar Sekuritas (Security Market Line)
Beta untuk portofolio pasar adalah 1. Beta yang lebih kecil (besar) dr 1 dikatakan berisiko lebih kecil
(besar) dari resiko portofolio pasar.
Kemiringan (slope) GPS =
[E(Rm) – Rf] / Bm
Persamaan GPS adalah : E(Ri)
= Rf + [E(Rm) –Rf] Bi
Diketahui: Rf = 12%,
E(Rm) = 15%. Saham A memiliki Beta sebesar 1,8. Return ekspetasi dr saham A
dihitung sebesar:
E(Ra) = 12%
+ (15% - 12%)*1,8 = 17,4%
Mengestimasi Beta Saham
Beta saham adalah ukuran seberapa besar perubahan return saham sebagai
akibat perubahan return pasar. Untuk mengestimasi beta, bisa digunakan market model,
yang pada dasarnya sama dengan single index model.
l 5ryPersamaan market model:
Ri = αi + βi
*Rm + ei
Persamaan market model bisa
dilakukan dengan meregresi antara return sekuritas yang akan dinilai dengan
return indeks pasar. Regresi tersebut akan menghasilkan nilai αi (merupakan ukuran return sekuritas i yg tidak terkait
dengan return pasar), dan nilai βi
(menunjukkan slope yang mengindikasikan peningkatan return yang diharapkan pada
sekuritas i untuk setiap kenaikan return pasar sebesar 1%).
Saham Overvalued VS Undervalued
Persamaan CAPM dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu sekuritas
dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah dari yang seharusnya.
Contoh:
|
|
Saham A
|
Saham B
|
Saham C
|
|
Realized return
|
21%
|
17%
|
28%
|
|
Beta
|
1,2
|
0,80
|
1,5
|
|
E(Rm) = 20%
|
|
|
|
|
Rf = 15%
|
|
|
|
E(Ra) = 0,15 + (0,2 -0,15)
1,2 = 21 %
E(Rb) = 0,15 + (0,2 – 0,15)
0,8 = 19 %
E(Rc) = 0,15 + (0,2 – 0,15)
1,5 = 22,5 %
Saham C dikatakan undervalued
krn Return ekspetasi < return realisasi shg Investor akan membeli saham C
tsb
Saham B dikatakan overvalued
krn return ekspetasi > return realisasi shg investor akan menjual saham B
tsb.
Saham A berada pd titik
keseimbangan.

Makasih banyak buat infonya, sangat bermanfaat buat kami
BalasHapusKalau boleh tau sumber nya dari mana
BalasHapusCASINO HOTEL AND CASINO HOTEL AND CASINO - Mapyro
BalasHapusFind your way around the casino, find where everything is 공주 출장안마 located with 김포 출장마사지 the city's landmarks. CASINO HOTEL AND CASINO 목포 출장마사지 HOTEL AND 과천 출장마사지 CASINO HOTEL AND CASINO HOTEL AND CASINO 아산 출장샵 HOTEL AND CASINO